Seri Pengenalan Ikan: Ikan Sidat Kembang
Ikan sidat kembang (Anguilla marmorata) merupakan salah satu jenis ikan air tawar tropis yang memiliki nilai ekonomi dan gizi tinggi. Spesies ini termasuk dalam famili Anguillidae dan ordo Anguilliformes, dengan ciri khas tubuh memanjang, sirip punggung yang panjang, serta motif bintik-bintik pada tubuhnya.
Secara morfologi, ikan sidat kembang dapat tumbuh hingga panjang maksimal sekitar 70 cm, dengan panjang rata-rata 26,3 cm dan berat mencapai 20,5 kg. Spesies ini banyak ditemukan di perairan Indo-Pasifik, mulai dari Mozambik, hilir Sungai Zambezi, hingga wilayah Polinesia Prancis.
Di Indonesia, ikan sidat kembang tersebar di beberapa pulau, terutama di wilayah Indonesia bagian timur dan Papua Nugini. Habitat alaminya meliputi sungai dataran rendah hingga dataran tinggi. Pada musim tertentu, ikan ini bermigrasi dari sungai menuju muara. Dalam rantai makanan, sidat kembang berperan sebagai predator yang memangsa kepiting, katak, dan ikan kecil.
Selain bernilai ekologis, ikan sidat kembang juga memiliki manfaat besar bagi manusia. Kandungan protein dan vitamin yang tinggi menjadikannya sumber nutrisi yang baik bagi kesehatan. Hal ini menyebabkan permintaan terhadap ikan sidat terus meningkat, baik untuk konsumsi lokal maupun ekspor.
Namun, tingginya permintaan tersebut membawa dampak serius terhadap kelestarian populasi sidat kembang. Penangkapan berlebihan di alam menyebabkan tekanan besar pada populasi alami di berbagai wilayah. Berdasarkan data konservasi, kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko kepunahan jika tidak diimbangi dengan pengelolaan dan perlindungan yang berkelanjutan.
Oleh karena itu, upaya konservasi, pengaturan penangkapan, serta peningkatan kesadaran masyarakat menjadi langkah penting untuk menjaga keberlanjutan ikan sidat kembang. Tanpa tindakan nyata, spesies bernilai tinggi ini terancam kehilangan habitat dan populasinya di alam liar.
Poster ini disusun oleh Nesya Cantika Nurnabila dan Reni Ambarwati, S.Si., M.Sc.