Pelestarian Ikan Capungan Banggai Dukung SDGs 14: Menjaga Kehidupan Bawah Laut Indonesia
Ikan capungan Banggai (Pterapogon kauderni) merupakan salah satu ikan hias laut endemik Indonesia yang memiliki nilai ekologis dan ekonomi tinggi. Spesies ini menjadi perhatian penting dalam upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 14: Life Below Water, yang berfokus pada perlindungan dan pemanfaatan berkelanjutan ekosistem laut.
Ikan capungan Banggai hanya ditemukan secara alami di Kepulauan Banggai, Sulawesi Tengah. Ikan berukuran sekitar 8–8,6 cm ini memiliki ciri khas garis hitam-putih kontras serta bintik putih pada siripnya. Dalam siklus hidupnya, ikan ini bersifat menetap dan hidup berkelompok kecil di perairan dangkal dengan kedalaman 1–6 meter, serta berasosiasi dengan bulu babi, anemon laut, terumbu karang, padang lamun, dan mangrove sebagai tempat berlindung dari predator.
Keunikan lain dari ikan ini terletak pada sistem reproduksinya. Pada masa pemijahan, induk jantan mengerami telur di dalam mulutnya (mouthbrooding) selama 20–30 hari hingga menetas. Anak ikan yang dilepaskan sudah berbentuk juvenil dan menyerupai ikan dewasa dalam ukuran mini. Namun, meskipun memiliki daya tarik tinggi sebagai ikan hias laut populer, populasi ikan capungan Banggai saat ini berstatus terancam punah menurut IUCN.
Ancaman utama terhadap keberlangsungan spesies ini berasal dari perdagangan ikan hias yang tidak terkendali serta keterbatasan wilayah sebaran alami. Akibat aktivitas introduksi dan perdagangan, ikan capungan Banggai kini juga ditemukan di beberapa perairan lain seperti Bitung, Selat Lembeh, Bali, dan Ambon.
Para peneliti menilai bahwa pengembangan budidaya ikan capungan Banggai secara berkelanjutan dapat menjadi solusi yang sejalan dengan SDGs. Selain mendukung SDG 14, upaya ini juga berkontribusi pada SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dengan membuka peluang pendapatan bagi masyarakat pesisir, serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab).
Melalui konservasi habitat dan pengelolaan budidaya yang tepat, ikan capungan Banggai diharapkan tetap lestari sebagai kekayaan hayati laut Indonesia sekaligus sumber ekonomi yang berkelanjutan bagi generasi mendatang.
Poster ini disusun oleh Mujahidatul Mahbubah dan Agum Pratama F. A., S.Pi., M.Sc.