Sering Kali Disepelekan, Ternyata Eceng Gondok Memiliki Manfaat yang Unik untuk Akuakultur
Tumbuhan eceng gondok (Eichhornia crassipes) sering kali dianggap gulma dikarenakan kecepatan pertumbuhannya yang tinggi di lingkungan perairan. Namun, apabila dimanfaat dengan benar, eceng gondok dapat memberikan manfaat yang sangat baik, terutama dalam dunia akuakultur. Eceng gondok diyakini berperan sebagai fitoremediasi atau tumbuhan yang memiliki peran dalam mengurangi kadar limbah yang mengakibatkan pencemaran dan menurunkan kualitas air, sehingga menggangu proses budidaya. Jaringan akar pada eceng gondok memiliki efisiensi yang tinggi dalam penyerapan amonia, nitrat, fosfat, zat organik (COD, BOD), hingga logam berat
Selain fitoremediasi, eceng gondok sering digunakan dalam pemijahan ikan hias, mulai dari ikan koi hingga ikan cupang. Karakter akar eceng gondok yang lembut cocok dijadikan sebagai substrat alami untuk menempelnya telur yang memungkinkan terjadinya pertukaran oksigen dengan baik dan memberikan perlindungan pada larva pasca menetas. Pemijahan menggunakan substrat eceng gondok diyakini memberikan hasil yang lebih baik apabila dibandingkan dengan substrat lain seperti ijuk

Gambar 1. Eceng gondok sebagai substrat penempelan telur ikan koi.
Akinbile, C. O., & Yusoff, M. S. (2012). Assessing water hyacinth (Eichhornia crassopes) and lettuce (Pistia stratiotes) effectiveness in aquaculture wastewater treatment. International Journal of Phytoremediation, 14(3), 201–211. https://doi.org/10.1080/15226514.2011.587482
Humaira, I., Nurfadillah, & Ismarica. (2024). Efektivitas Penggunaan Eceng Gondok (Eichornoa crassipes) dan Ijuk Sebagai Substrat untuk Meningkatkan Daya Tetas Telur Ikan Cupang (Betta splendes). Jurnal Kelautan dan Perikanan Indonesia, 4(1), 10–18.
Laia, M. (2025). Kontribusi Enceng Gondok (Eichhornia crassipes) terhadap Kualitas Air dalam Sistem Akuakultur Berbasis Fitoremediasi. PERAUT: Jurnal Perikanan dan Kelautan, 2, 187–193.