Mahasiswa S1 Akuakultur, Fakultas Ketahanan Pangan, Universitas Negeri Surabaya Lakukan Pemberian Bioflokulan untuk Persiapan Media Bioflok Ikan Lele
Mahasiswa Program Studi S1 Akuakultur, Fakultas Ketahanan Pangan, Universitas Negeri Surabaya (Unesa) melaksanakan kegiatan pemberian bioflokulan sebagai tahap persiapan media bioflok dalam pemeliharaan ikan lele. Kegiatan ini menjadi bagian dari praktik lapangan sekaligus implementasi pembelajaran berbasis riset dan keberlanjutan di lingkungan kampus.
Bioflokulan merupakan bahan yang mengandung mikroorganisme probiotik yang berfungsi untuk merangsang pembentukan flok (gumpalan mikroorganisme). Dalam sistem budidaya bioflok, flok tersebut berperan penting dalam mengolah limbah organik dan sisa pakan menjadi biomassa yang bermanfaat, sehingga dapat dimanfaatkan kembali sebagai sumber nutrisi tambahan bagi ikan lele.

Koordinator kegiatan menyampaikan bahwa pemberian bioflokulan dilakukan setelah persiapan kolam, pengisian air, serta penambahan sumber karbon dengan perhitungan rasio C/N (carbon to nitrogen) yang tepat. “Tahap ini sangat penting untuk memastikan mikroorganisme berkembang optimal sebelum benih lele ditebar. Dengan sistem bioflok, kualitas air dapat lebih terjaga dan efisiensi pakan meningkat,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mempraktikkan teknik budidaya modern, tetapi juga memahami prinsip pengelolaan lingkungan perairan yang berkelanjutan. Sistem bioflok dikenal mampu meminimalkan pergantian air, mengurangi pencemaran limbah budidaya, serta meningkatkan produktivitas secara ramah lingkungan.

Kegiatan tersebut juga sejalan dengan komitmen kampus dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya:
· SDG 2 (Zero Hunger): Mendukung ketahanan pangan melalui peningkatan produksi ikan lele sebagai sumber protein hewani.
· SDG 12 (Responsible Consumption and Production): Mendorong praktik produksi yang efisien dan berkelanjutan dalam sektor perikanan budidaya.
· SDG 14 (Life Below Water): Mengurangi dampak pencemaran terhadap ekosistem perairan melalui pengelolaan limbah budidaya yang lebih ramah lingkungan.