Mengenal Ikan Manfish, Upaya Mendukung SDGs 14 dalam Pelestarian Kehidupan Perairan
Ikan manfish (Pterophyllum scalare) merupakan salah satu ikan air tawar yang memiliki nilai ekologis sekaligus ekonomi tinggi. Spesies ini menjadi contoh nyata bagaimana keanekaragaman hayati perairan dapat berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 14: Life Below Water, khususnya dalam pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya perairan secara berkelanjutan.
Manfish berasal dari daerah aliran Sungai Amazon di Amerika Selatan. Ikan ini hidup di rawa-rawa, lahan banjir, serta sungai dengan vegetasi akuatik yang lebat dan kondisi air jernih maupun berlumpur. Secara fisik, manfish memiliki tubuh pipih berbentuk segitiga dengan pola warna beragam. Ukurannya dapat mencapai 10–15 cm dengan tinggi hingga 20 cm, serta mampu hidup hingga 10–20 tahun jika dipelihara dengan baik di akuarium.
Menurut data FishBase, manfish termasuk dalam famili Cichlidae dan telah lama dikenal sebagai ikan hias favorit di pasar nasional maupun internasional. Di Indonesia, ikan ini bahkan telah berhasil dibudidayakan, salah satunya di Sukabumi oleh Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar (BBPBAT). Keberhasilan budidaya ini dinilai dapat mengurangi tekanan penangkapan ikan dari alam liar.
Namun demikian, populasi manfish di habitat aslinya menghadapi berbagai ancaman. Penyakit, parasit, serta penangkapan berlebihan untuk perdagangan ikan hias menjadi faktor utama penurunan populasi di alam. Kerusakan habitat di wilayah Amazon juga memperparah kondisi tersebut.
Budidaya manfish secara berkelanjutan dinilai sebagai solusi yang sejalan dengan prinsip SDGs, tidak hanya SDG 14, tetapi juga SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) dan SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi). Selain menjaga kelestarian spesies, budidaya ikan hias ini juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Dengan pengelolaan yang tepat, ikan manfish dapat menjadi simbol keseimbangan antara konservasi lingkungan dan pemanfaatan sumber daya perairan. Upaya ini diharapkan mampu mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga keanekaragaman hayati demi keberlanjutan ekosistem air tawar di masa depan.
Poster ini disusun oleh Amelia Azaria Putri dan Agum Pratama F. A., S.Pi., M.Sc.