Ikan Discus, Primadona Akuarium dari Lembah Amazon
Ikan Discus (Symphysodon discus) dikenal sebagai salah satu ikan hias air tawar paling populer di dunia. Dengan bentuk tubuh membulat, warna cerah, serta pola yang beragam, ikan ini kerap dijuluki sebagai “Raja Ikan Akuarium” oleh para pecinta ikan hias.
Secara alami, ikan Discus berasal dari lembah Sungai Amazon di Amerika Selatan. Ikan ini hidup di perairan tawar tropis dengan kondisi lingkungan yang sangat spesifik, baik dari segi ukuran, kualitas, maupun kestabilan air. Di habitat aslinya, Discus dikenal memiliki perilaku hidup berkelompok atau schooling, yang menciptakan interaksi sosial harmonis antarindividu.
Dalam klasifikasi ilmiah, ikan Discus termasuk ke dalam Kingdom Animalia, Kelas Actinopterygii, Ordo Cichliformes, Famili Cichlidae, dan Genus Symphysodon. Spesies ini pertama kali diperkenalkan kepada dunia ilmiah pada tahun 1840 oleh seorang ahli ikan asal Austria, Dr. Johan Jacob Heckel.
Meski memiliki nilai estetika tinggi, ikan Discus juga menghadapi sejumlah ancaman, terutama serangan penyakit. Infeksi yang disebabkan oleh parasit dapat menyerang sistem pencernaan maupun permukaan tubuh ikan. Penyakit tersebut dapat menyebar dengan cepat, terutama dalam koloni atau lingkungan akuarium yang kurang terjaga kebersihannya.
Di Indonesia, ikan Discus cukup banyak dibudidayakan dan tersebar di beberapa daerah, seperti Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Keberhasilan budidaya ini menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara penting dalam perdagangan ikan hias dunia. Bahkan, Indonesia pernah menduduki posisi pertama sebagai eksportir ikan hias pada tahun 2018.
Tidak hanya bernilai ekonomi, ikan Discus juga memiliki peran dalam bidang penelitian, pendidikan, kesehatan, serta pelestarian sumber daya hayati. Keunikan bentuk, warna, dan perilakunya menjadikan ikan ini objek menarik untuk dikaji sekaligus dikembangkan secara berkelanjutan.
Dengan pengelolaan budidaya yang baik dan perhatian terhadap kesehatan ikan, Discus diharapkan tetap menjadi kebanggaan dunia akuarium serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.
Poster ini disusun oleh Elfriday Eleanor Rohmah dan Ahnadia Wulan Ramadana, S.Pi., M.Sc.