Budi Daya Ikan dengan Bioflok
Pengertian dan Prinsip Kerja bioflok
Teknologi bioflok adalah sistem budidaya ikan yang ramah lingkungan dengan memanfaatkan daur ulang nutrisi dan bahan organik untuk kegiatan produksi. Pendekatan yang diterapkan pada sistem bioflok didasari atas pertumbuhan mikroorganisme yang terdapat di dalam media dan minimnya pergantian air. Dalam arti lain, teknologi bioflok merupakan sistem budidaya ikan yang berkelanjutan yang mampu melakukan proses nitrifikasi di dalam kolam tanpa adanya pergantian air. Secara umum, bioflok adalah agregat makro dari bakteri, alga, detritus, dankomponen lain seperti feses, pakan yang tidak termakan, dan eksoskeleton organismemati. Bioflok terbentuk dari bahan organik yang didaur ulang oleh mikroorganisme heterotrof melalui manipulasi karbon/nitrogen (C/N) menjadi biomassa tersuspensi di dalam air. Suplemen bioflok atau bioflokulan yang ditambahkan ke dalam air dapat menyediakan senyawa protein, karbohidrat, lemak, asam organik, dan berbagai senyawa bioaktif lainnya yang berguna bagi mikroorganisme heterotrof untuk mendaur ulang nitrogen dan nutrien dari feses, organisme mati, dan sisa pakan yang tidak termakan. Dalam prosesnya, bakteri heterotrof dapat menggunakan amoniumsebagai sumber nitrogen untuk biomassa bioflok yang mengakibatkan penurunan kadar amonia/amonium sehingga air menjadi tidak beracun. Semua proses ini menciptakan budidaya ikan yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Keunggulan Teknologi Bioflok
Penerapan teknologi bioflok dapat meningkatkan produktivitas budidaya ikan nila dengan padat tebar yang mampu mencapai 10-15 kali lipat (100-150 ekor/m3) dibanding dengan pemeliharaan di kolam biasa (10 ekor/m3). Dengan waktu pemeliharaan ikan yang relatif lebih singkat, benih berukuran 8-10 cm dapat tumbuh hingga ukuran 250-300 gram/ekor dalam waktu 3 bulan menggunakan teknologi ini apabila dibandingkan secara konvensional (4-6 bulan).
Probiotik yang terdapat pada bioflokulan dapat meningkatkan bobot, panjang, dantingkat kelangsungan hidup ikan nila. Probiotik berpengaruh terhadap kecepatanfermentasi pakan dalam saluran pencernaan, sehingga membantu proses penyerapanmakanan dalam sistem pencernaan ikan. Pemberian pakan dengan penambahanprobiotik dalam budidaya ikan nila dipercaya mampu meningkatkan kandunganprotein antara 32,48%–34,19%, serta menurunkan kadar serat kasar dengan nilaiantara 5,04%–5,70% jika dibandingkan dengan tanpa pemberian probiotik.
Referensi:
Fauzan Al, Pratama A, Ramadhana AW, Ambarwati A, Khaleyla F, Rahayu DA, Isnawati, 2025. Panduan Praktis Budi Daya Ikan Nila Merah Teknik Bioflok. Surabaya: Prodi S1 Akuakultur FKP Unesa (Booklet, tidak dipublikasikan)