Sidat Eropa Terancam Punah: Komoditas Bernilai Tinggi yang Kian Langka
Ikan Sidat Eropa (Anguilla anguilla) menjadi sorotan dalam kajian perikanan karena statusnya yang kini semakin rentan akibat berbagai ancaman lingkungan dan aktivitas manusia. Berdasarkan materi edukasi “Seri Pengenalan Ikan: Sidat Eropa”, spesies ini merupakan ikan air tawar yang memiliki bentuk tubuh menyerupai belut dengan sisik yang sangat tipis sehingga tampak seperti tidak bersisik. Sidat Eropa hidup di perairan tawar, payau, hingga laut dengan rentang suhu 4°C–20°C, serta dapat ditemukan di sungai, danau, rawa, bahkan laut pada kedalaman mencapai 700 meter.
Secara umum, sidat Eropa memiliki panjang 35–50 cm, tetapi beberapa individu mampu tumbuh hingga 133 cm dengan berat tercatat mencapai 6,6 kg dan usia maksimal sekitar 23 tahun. Penyebarannya sangat luas, meliputi wilayah Eropa dari Skandinavia hingga Mediterania, serta sebagian pantai Afrika Utara. Spesies ini juga ditemukan di perairan payau dan sungai yang mengalir ke Samudra Atlantik.
Meskipun memiliki nilai ekonomis tinggi sebagai bahan pangan dan menjadi komoditas penting dalam akuakultur, sidat Eropa menghadapi berbagai ancaman serius. Overfishing, perubahan iklim, pencemaran, serta pembangunan infrastruktur yang menghalangi jalur migrasinya menjadi faktor utama penurunan populasi. Kondisi ini tercermin dalam status IUCN, yang menempatkan Anguilla anguilla sebagai spesies berisiko tinggi dan memerlukan perhatian konservasi yang ketat.
Melalui publikasi ini, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya pelestarian sidat Eropa, terutama mengingat perannya yang signifikan dalam ekosistem maupun sektor ekonomi perikanan.
Poster ini disusun oleh Dwi Rakhma Diajeng Prastisila dan Reni Ambarwati, S.Si., M.Sc.