Seri Pengenalan Ikan: Ikan Belida (Chitala lopis)
Ikan belida (Chitala lopis), salah satu ikan asli Indonesia yang memiliki nilai ekonomi dan budaya tinggi, sebelumnya dinyatakan punah di alam liar pada tahun 2020 oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN). Namun, temuan terbaru Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada tahun 2023 mengungkapkan bahwa spesies ini kembali teridentifikasi di perairan sungai di Pulau Jawa.
BRIN melaporkan bahwa keberadaan kembali ikan belida ini memberikan harapan baru bagi konservasi satwa air tawar Indonesia. Meski demikian, populasi ikan ini masih sangat rentan akibat berbagai ancaman, seperti penggundulan hutan, penebangan tanaman secara liar, polusi, dan penangkapan berlebihan yang dilakukan tanpa pengelolaan berkelanjutan.
Secara ekologis, Chitala lopis dikenal sebagai bioindikator kesehatan ekosistem sungai tropis. Ikan ini memiliki kepekaan tinggi terhadap perubahan kualitas air sehingga keberadaannya sangat penting dalam menjaga keseimbangan rantai makanan di habitat alaminya.
Studi yang dilakukan di Sungai Kampar menunjukkan bahwa habitat ikan belida tergolong demersal atau hidup di dasar perairan air tawar. Penelitian juga mengungkapkan bahwa produksi tahunan ikan ini menunjukkan tren penurunan yang signifikan akibat degradasi lingkungan. Ikan belida jantan dan betina diketahui pertama kali matang gonad pada kisaran panjang 756–895 mm.
Di Indonesia, ikan belida tersebar di beberapa wilayah seperti Jawa, Kalimantan, dan Sumatra. Para peneliti menekankan pentingnya upaya konservasi terpadu untuk memastikan kelestarian spesies ini, termasuk pengendalian pencemaran, pengaturan penangkapan, hingga pemulihan habitat alami.
Dengan temuan terbaru ini, para pemerhati lingkungan berharap status konservasi ikan belida dapat ditinjau kembali sambil terus mendorong berbagai langkah strategis untuk menyelamatkan salah satu ikon biodiversitas perairan Indonesia tersebut.