Potensi Perikanan dan Urgensi Pelestarian Ranu Grati, Pasuruan
Danau Ranu Grati merupakan ekosistem perairan darat yang memiliki nilai strategis tinggi, baik dari sisi geologis maupun potensi perikanannya. Terbentuk dari aktivitas vulkanik ribuan tahun silam di kawasan Pegunungan Bromo-Tengger-Semeru, danau seluas 107 hektar ini memiliki kedalaman ekstrem hingga 121,9 meter yang menciptakan karakteristik limnologis yang unik. Secara administratif, keberadaan danau ini menjadi tumpuan ekonomi bagi masyarakat di sekitar danau yang memanfaatkannya sebagai lahan produktif untuk pengembangan sektor perikanan budidaya yang berkelanjutan.
Salah satu bentuk implementasi teknologi akuakultur yang mendominasi di Ranu Grati adalah sistem Keramba Jaring Apung (KJA). KJA ini dibangun dengan memanfaatkan material lokal seperti bambu dan kayu yang dikombinasikan dengan pipa paralon sebagai pelampung, mencerminkan adaptasi teknologi yang efisien dan terjangkau bagi pembudidaya lokal. Komoditas utama yang dikembangkan adalah ikan mujair dan nila, yang secara teknis memiliki daya adaptasi tinggi terhadap lingkungan danau, sehingga mampu menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan melalui penyediaan protein hewani bagi masyarakat sekitar.
Namun, di balik intensitas budidaya tersebut, Danau Ranu Grati memiliki tanggung jawab ekologis yang besar dalam menjaga kelestarian Ikan Lempuk (Gobiopterus sp.). Ikan ini merupakan spesies endemik yang sangat istimewa karena hanya ditemukan di Danau Ranu Grati dan mampu bertahan hidup serta berkembang biak secara alami tanpa adanya intervensi teknologi manusia. Tantangan ke depan adalah menjaga keseimbangan antara produktivitas KJA dengan konservasi habitat asli Ikan Lempuk, agar kekayaan hayati ini tetap lestari di tengah pemanfaatan ruang perairan yang semakin intensif. (ra)