Peranan Anemon Laut Bagi Biota Laut dan Nilai Ekonomisnya
Si Bunga Laut yang Penuh Manfaat: Mengenal Anemon Laut
Anemon laut sering disangka tumbuhan karena bentuknya seperti bunga berwarna cerah yang menari lembut mengikuti arus air. Namun sesungguhnya, anemon laut adalah hewan dari kelas Anthozoa yang hidup di ekosistem terumbu karang. Tubuhnya lembut, memiliki tentakel yang dilengkapi sel penyengat untuk melindungi diri dan menangkap makanan seperti ikan kecil dan moluska.
Apa Itu Anemon Laut?
Sekilas, anemon laut terlihat seperti bunga yang bergoyang di dasar laut. Itulah sebabnya ia sering dijuluki "mawar laut". Namun, jangan terkecoh, anemon adalah hewan pemangsa yang termasuk dalam kelompok yang sama dengan ubur-ubur dan karang. Tubuhnya lunak, tidak memiliki tulang belakang, dan dilengkapi tentakel yang bisa menyengat untuk melindungi diri dan menangkap mangsa (Farianti, 2015).

Gambar 1.1 Morfologi Anemon Laut
Rumah dan Pelindung bagi Biota Laut
Anemon laut ibarat "apartemen aman" bagi banyak hewan laut, terutama ikan badut. Ikan badut kebal terhadap sengatan anemon berkat lapisan lendir pada tubuhnya. Hubungan mereka adalah simbiosis mutualisme, yaitu saling menguntungkan (Fautin dan Allen, 1992):
· Ikan badut mendapat perlindungan dari pemangsa.
· Anemon dibersihkan dari sisa makanan dan dilindungi dari ikan pemangsa yang ingin memakannya (Randall dan Fautin, 2002).
Selain ikan badut, lebih dari 50 spesies ikan lain juga memanfaatkan anemon sebagai tempat berlindung (Arvedlund et al., 2006). Kehadiran anemon membuat ekosistem terumbu karang menjadi lebih kaya dan beragam.

Gambar 1.2 Anemon sebagai tempat berlindung Biota laut
Nilai Ekonomis: Dari Akuarium Sampai Obat-Obatan
Selain penting bagi ekosistem, anemon laut juga memiliki nilai ekonomis yang tinggi bagi manusia (Rifa’i, 2013):
1. Bahan Makanan: Di beberapa negara seperti Perancis, Jepang, dan Korea, anemon laut dijadikan hidangan seafood yang lezat.
2. Hiasan Akuarium: Bentuk dan warnanya yang indah membuat anemon laut sangat populer sebagai penghias akuarium laut. Banyak jenis anemon yang diekspor ke berbagai negara.
3. Dunia Farmasi: Anemon memiliki sel-sel penyengat (nematokis) yang mengandung bioaktif potensial berupa toksin-toksin yang sangat berguna bagi dunia farmasi, seperti polypeptide neurotoxin (Sh I), ShK, AsKS, BgK, HmK, AeK, AsKC 1-3, BDS-I, BDS-II, APETx1, dan Gigantoxin II and Gigantoxin III dari anemon Sticodaytyla gigantea, dan lain-lain. Para peneliti mempelajarinya untuk mengembangkan obat, misalnya untuk penyakit saraf (M. Aat Uji, 2014).
4. Inspirasi Bisnis: Keindahan anemon bahkan menginspirasi desain restoran mewah di bawah laut yang menawarkan pengalaman makan yang unik.

Gambar 1.3 Anemon laut sebagai penghias Aquarium

Gambar 1.4 Restoran dengan konsep Anemon laut di hotel Niyama Per Aqum and resort, salah satu tempat di Asia
DAFTAR PUSTAKA
Arvedlund, M., Iwao, K., Brolund, T.M., dan Takemura, A. (2006). Juvenile Thalassoma amblycephalum Bleeker (Labridae, Teleostei) Dwelling Among the Tentacles of Sea Anemones: A Cleanerfish with an Unusual Client. Journal of Experimental Marine Biology and Ecology, 329, 161-173.
Farianti, L. (2015). Pola Hubungan antara Jenis Anemon Dengan Ikan Badut (Amphiprioninae) Di Perairan Daerah Pulau Pucung Kabupaten Bintan Provinsi Kepulauan Riau. (Jurnal).
Fautin, D.G. dan Allen, G.R. (1992). Field Guide to Anemonefishes and Their Host Sea Anemones. Western Australian Museum.
M. Aat Uji. (2014). Mengambil Manfaat dari Hewan dan Tumbuhan Laut. Bandung: Mitra Edukasi Indonesia.
Randall, J.E. dan Fautin, D.G. (2002). Fishes other than anemonefishes that are associated with sea anemones. Coral Reefs, 21, 188-190.
Rifa’i, M.A. (2013). Densitas Simbion Alga Zooxanthellae pada Anemon Laut Stichodactyla gigantea Alam dan Hasil Reproduksi Aseksual. Jurnal Natur Indonesia, 15(1), 15–23.
(AWR)