Mengenal Komoditas Perikanan dan Kearifan Lokal di Sidoarjo
Sidoarjo, kota satelit Surabaya, terus berkembang di berbagai sektor. Salah satu sektor yang menjadi andalan adalah perikanan, baik perikanan tangkap maupun budidaya. Perikanan Sidoarjo tumbuh dan berkembang seiring dengan perkembangan budaya dan sosio-ekonomi masyarakat. Terdapat tiga komoditas perikanan di Sidoarjo yang sangat terkait dengan kearifan lokal dan sosio-ekonomi masyarakat, yaitu ikan bandeng, kupang, serta rumput laut.
Ikan Bandeng
Ikan bandeng merupakan hasil budidaya perikanan terbesar di Sidoarjo (kurang lebih 43%). Tambak bandeng berkolasi di sepanjang pesisir timur kabupaten, mulai kecamatan Porong, Sidoarjo, Buduran, Gedangan, Waru, dan Sedati. Bandeng terkait erat dengan kehidupan masyarakat Sidoarjo, misalnya sebagai salah satu menu di acara kenduri atau selamatan, objek lelang bandeng yang rutin diselenggarakan di Sidoarjo, aneka olahan bandeng misalnya bandeng asap, otak otak bandeng (Gambar 1), bandeng tanpa duri dll.

Kupang
Kupang (sejenis kerang berukuran kecil) sangat terkait erat dengan sosio-ekonomi masyarakat Sidoarjo. Kuliner khas Sidoarjo yaitu Kupang lontong (Gambar 2) menopang kehidupan nelayan dan pedagang kupang. Desa Balongdowo merupakan desa nelayan pencari kupang. Terdapat dua jenis kupang, yaitu kupang merah dan kupang putih. Hingga saat ini, pasokan kupang masih diambil langsung dari alam dan belum ada upaya budi daya kupang.

Rumput laut
Rumput laut (Gambar 3) merupakan hasil budi daya potensial dari Sidoarjo (kurang lebih 13%) yang berprosek tinggi di masa depan. Sebagian besar dibudidayakan secara tradisional di Desa Jabon, Porong, Sidoarjo. (ra)
