Mari Belajar Budi Daya Sistem Bioflok: Komponen Sistem Bioflok
Terdapat beberapa faktor yang perlu diperhatikan memulai budi daya dengan sistem bioflok, antara lain kolam, aerasi, probiotik, dan rasio C/N. Berikut kita bahas satu per satu.
Kolam
Umumnya, kolam untuk budidaya ikan nila menggunakan teknologi bioflokmenggunakan kolam berkerangka besi, berbahan terpal, dan berbentuk bulat. Kolam tipe ini memiliki beberapa keunggulan yang di antaranya adalah mudah dibuat, efisien dalam penggunaan air, dan suhu air yang cenderung lebih stabil. Ukuran kolam bervariasi dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan produksi. Untuk skala kecil, ukuran kolam dengan diameter dan 1 meter dapat digunakan.
Aerasi
Aerasi memainkan peran penting dalam menjaga kondisi optimal dan mendukungkeberhasilan budidaya ikan. Aerasi pada sistem bioflok digunakan untuk mencapai beberapa tujuan yang berkontribusi pada efektivitas sistem. Salah satu fungsi utama aerasi dalam sistem bioflok adalah memenuhi permintaan oksigen dari konsorsium mikroba yang berkembang dalam agregat bioflok. Aerasi yang kuat memastikan pasokan oksigen yang memadai, mendukung proses mikroba aerobik yang bertanggung jawab untuk konversi nutrisi, degradasi bahan organik, dan pembentukan komunitas biofloc yang stabil.
Selain kebutuhan mikroba, aerasi juga memenuhi kebutuhan oksigen untuk organismeyang dibudidayakan, seperti ikan nila. Karena ikan nila padat menghuni lingkungan budidaya, menjaga tingkat oksigen terlarut dalam kisaran optimal sangat penting untuk mendukung pertumbuhan, kelangsungan hidup, dan kesehatan secara keseluruhan. Aerasi memicu pergerakan air, yang membantu penyebaran dan distribusi nutrisi, partikel, dan bioflok di seluruh sistem budidaya. Aksi pencampuran ini membantu mencegah pengendapan padatan, memastikan bahwa bioflok tetap terapung, dapat diakses, dan tersedia sebagai sumber nutrisi.
Probiotik
Penggabungan bioflok dengan probiotik merupakan teknik yang dapat diandalkan dalam industri akuakultur. Penambahan probiotik ke dalam sistem bioflok dipercaya dapat membantu dalam pertumbuhan, pencernaan, metabolisme, dan ketahanan ikan, sekaligus meningkatkan kualitas air dalam sistem budidaya. Bakteri probiotik spesifik dapat memperbanyak populasi bakteri baik di dalam air maupun di saluran pencernaan hewan, sehingga mampu menekan pertumbuhan strain patogen yang berpotensi merugikan. Hal ini disebabkan oleh kemampuan kelompok bakteri probiotik yang ditambahkan untuk mendominasi bakteri lainnya, sehingga dapat menekan jumlah patogen dalam jaringan ikan.
Rasio C/N
Perbandingan karbon terhadap nitrogen (C/N) diperlukan untuk menstimulasi pertumbuhan bakteri heterotrof dalam rangka menghasilkan biomassa mikroba ataubioflok yang kemudian berperan sebagai pakan alami bagi ikan. Pemeliharaan rasio C/Nmenjadi syarat penting dalam mengendalikan akumulasi nitrogen organik. Dalam prosesnitrifikasi, nitrogen anorganik akan diubah menjadi nitrogen organick ketika rasio C/Ncukup untuk menghasilkan sel bakteri. Penambahan karbon dapat dilakukan secara ekonomis dalam teknologi bioflok dengan bergantung kepada produk samping industriyang tersedia secara lokal. Sumber karbon termurah seperti bahan nabati (tapioka,gandum, jagung, beras, dll), molase, dan gliserol dapat digunakan dalam air kolam untukmembentuk bioflok. Selain itu peningkatan rasio C/N umum dilakukan untuk menurunkankadar protein yang dibutuhkan dalam pakan, sehingga kebutuhan akan pakan buatanberkurang dan berujung mengurangi biaya pakan. Disarankan agar rasio karbon terhadapnitrogen minimal 10–20 dicapai untuk mendukung pertumbuhan optimal bakteri heterotrof dalam sistem bioflok.
Referensi:
Fauzan Al, Pratama A, Ramadhana AW, Ambarwati A, Khaleyla F, Rahayu DA, Isnawati, 2025. Panduan Praktis Budi Daya Ikan Nila Merah Teknik Bioflok. Surabaya: Prodi S1 Akuakultur FKP Unesa (Booklet, tidak dipublikasikan)