Kerang Darah, Moluska Pangan Potensial
Kerang darah merupakan salah satu moluska pangan yang bernilai ekonomis. Kerang ini merupakan anggota Famili Arcidae dari genus Tegillarca. Nama lokal kerang darah berasal dari dagingnya yang berwarna merah. Kerang ini banyak diperjualbelikan dalam bentuk kupasan (tubuh lunak sudah dilepas dari cangkang), maupun masih lengkap dengan cangkangnya.

Masyarakat mengolah kerang darah menjadi aneka masakan, antara lain sate kerang, kerang asam manis, tumis kerang, dan kerang bumbu serapah. Bagi masyarakat Jawa Timur, sate kerang merupakan pelengkap wajib untuk masakan khas lontong balap dan kupang lontong.


Di Indonesia terdapat tiga spesies kerang darah yang diperdagangkan, yaitu Tegillarca granosa, T. nodifera, dan T. oblonga. Tegillarca granosa dan T. nodifera banyak ditemui di perairan Selat Madura dan Jawa Timur.
Tegillarca granosa
Cangkang berbentuk oval. Cangkang kiri dan kanan sama besar (equivalve). Pada permukaan luar cangkang terdapat 18–20 rusuk radial. Rusuk radial tinggi dan di permukaannya terdapat tonjolan-tonjolan kasar berbentuk hampir persegi. Jarak antarusuk sama dengan lebar rusuk. Lapisan periostrakum agak tebal, berwarna coklat kemerahan. Umbo sangat menonjol. Panjang 19,85–30,1 mm, bisa mencapai 90 mm.

(Ambarwati & Trijoko, 2011)
