Ayo Makan Ikan! Supaya Sehat dan Cerdas
Mari merenung dan jika perlu duduk di tepi sungai, kolam atau pantai sambil menikmati usapan angin semilir! Kita resapi karunia Allah yang terdapat di perairan tempat kita duduk di tepinya. Satu anugerah tidak ternilai dari sekian banyak karunia yang lain di dalam perairan tersebut terdapat ikan. Ikan hadir bukan sekadar santapan, melainkan anugerah alam yang menyalakan kecerdasan dan menjaga kesehatan kita.
Ikan bukan hanya pelengkap sederhana di meja makan, yang menambah rasa makanan yang kita santap. Ikan adalah orkestra dan simfoni gizi yang serasih, seimbang sangat kaya manfaat. Ikan kaya akan protein berkualitas tinggi, omega-3, vitamin, dan mineral. Proteinnya akan membangun sel-sel tubuh kita dan zat fungsional seperti enzim dan hormon, sebagai penggerak reaksi kimia, pembawa kehidupan. Omega 3 melesatkan perbanyakan sel-sel saraf utamanya di otak yang menjadikan seseorang cerdas luar biasa. Vitamin yang berteman akrab dan membantu kerja enzim di tubuh kita, sehingga reaksi kimia berlangsung tanpa hambatan. Mineral demikian juga sangat peduli dengan pekerjaan enzim dan siap memberi bantuan kapanpun diperlukan. Semua yang ajaib itu terdapat pada ikan. Alasan apa lagi untuk tidak mengonsumsinya?
Fakta di depan mata, tidak semua orang, terutama anak-anak, gemar makan ikan. Berbagai penolakan dikemukakan, wah gak mau...amis! Aku takut tertelan duri! males ah....harus misahkan duri-durinya, rasanya kok tidak segurih ayam cepat saji ya, penampilannya tidak bagus ya, tidak seperti makanan kekinian, dan sejuta alasan penolakan lainnya.
Ternyata sangat menakjubkan, sesungguhnya terdapat aneka ragam ikan dengan tampilan dan keunikan masing-masing . Lele nan berkumis, berdaging lembut, hitam manis, gampang ditemukan dan murah meriah. Nila nan cantik, kaya fosfor yang sangat nikmat jika digoreng dan dipadu dengan lalapan dan sambal terasi. Bandeng sangat berduri, namun duri mudah dilunakkan dengan presto, bandeng kaya vitamin D yang penting untuk daya tahan tubuh.Tuna, sang raksasa laut yang kaya omega-3, sangat cocok dibuat steak atau abon. Tongkol yang ramah di kantong sumber zat besi sangat lezat jika dibalado. Si “Tuna Rakyat” alias ikan kembung, si kecil yang hebat sumber omega 3. Cakalang fufu khas Maluku-Sulawesi yang tahan lama, tidak cepat membusuk yang terbuat dari ikan Cakalang. Gurami yang akrab dengan kita, berdaging tebal dan empuk, sangat lezat setelah diasam-manis. Ada lagi patin yang kaya lemak, lembut tanpa duri halus, sangat nikmat setelah adi asem-asem, sup atau pindang. Sarden dan teri kecil yang digoreng kering dan dapat dikonsumsi tanpa sisa jika digoreng kering. Setiap ikan punya cerita, punya sejarah, punya kekhasan dan semua memukau, lezat, bergizi. Mari membiasakan makan ikan anugerah Allah di dalam perairan yang kaya gizi, manfaat dan menyehatkan. Ragam ikan juga punya cerita budaya, pecel lele yang jadi teman malam masyarakat kota, mengingatkan kita pada daerah Lamongan. Bandeng presto dari Semarang yang melekat pada budaya pesisir, hingga cakalang fufu dari Maluku yang jadi bekal para pelaut. Dari meja makan, kita bisa membaca kisah laut, sungai, dan danau Nusantara. Tunggu apalagi mari budayakan menyantap ikan.
Bunda jangan berputus-asa, jalan tetap terbuka agar ananda yang kita sayangi gemar mengonsumsi ikan. Mari kita berjuang menghilankan bau amis ikan dengan perasan air jeruk nipis, jahe, atau serai sebelum dimasak. Mari kita awali menyajikan ikan dengan minim duri. Patin, Nila dan Tuna dapat menjadi pilihan bijak. Bunda pasti tidak kehilangan kreasi dalam mengolah ikan. Mari kita kreasi menjadi nugget, bakso, sosis dan sejuta makanan kekinian berbasis ikan. Kita warnai masakan ikan dengan warna-warni aneka sayur yang menggiurkan. Tentu cerita bunda saat suapan demi suapan masuk ke mulut ananda, memberi magic tersendiri sehingga ananda gemar makan ikan. Jurus jitu dan pamungkas agar ananda gemar ikan adalah membudayakan seisi rumah gemar menyantap ikan.

Nugget ikan (dok. Ambarwati, 2025)
Makan ikan sejatinya bukan sekadar soal gizi. Ia adalah gerakan budaya, sebuah kebiasaan baik yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Saat kita memilih ikan sebagai hidangan utama, kita sedang menjaga kesehatan keluarga, sekaligus menghidupkan kembali kearifan lokal, memperkuat ingatan bahwa Indonesia negara maritim, mematri dalam benak bahwa nenek moyang kita adalah pelaut hebat yang pada akhirnya mempertebal cinta kita pada Indonesia, rumah kita.
Maka, ayo kita mulai hari ini! Datanglah ke pasar, pilihlah ikan segar, dan olah dengan cinta! Bakar, pepes, gulai, sup atau goreng renyah, dengan atau tanpa tepung. Setiap olahan punya cerita, cita rasa dan manfaat. Setiap suap akan menjadi langkah kecil menuju tubuh sehat, kuat dan otak yang cerdas.
Ayo makan ikan! Karena dengan makan ikan, kita sedang mengukir masa depan bangsa yang lebih kuat, lebih sehat, dan lebih cerdas. (Is)