Aquaculture Fest Seri Sosialisasi Program Studi Jilid 12
Kegiatan Aquaculture Fest Seri Sosialisasi Program Studi Jilid 12 telah sukses diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Sabtu, 2 Mei 2026, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai. Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh MC, Dr. (Cand.) Agung Luthfi Fauzan, S.Pi., M.Si., dilanjutkan dengan pemutaran lagu Indonesia Raya dan Mars Unesa oleh Agum Pratama F.A., S.Pi., M.Sc. Sambutan kemudian disampaikan oleh Prof. Dr. Isnawati, M.Si., selaku Wakil Dekan I Fakultas Ketahanan Pangan Universitas Negeri Surabaya, yang menekankan pentingnya peran akuakultur dalam mendukung ketahanan pangan dan konservasi sumber daya perikanan.
Acara dilanjutkan dengan sesi foto bersama sebagai bentuk dokumentasi kegiatan. Selanjutnya, sesi utama berupa pemaparan materi oleh narasumber pertama, Dr. Muh. Herjayanto, S.Pi., M.Si., dosen Program Studi Ilmu Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Ageng Tirtayasa. Dalam paparannya yang berjudul “Peran Akuakultur dalam Konservasi Ikan Endemik”, beliau menjelaskan pentingnya domestikasi ikan sebagai strategi konservasi, termasuk tahapan domestikasi dari ikan liar hingga menjadi ikan budidaya. Selain itu, dibahas pula contoh spesies ikan endemik seperti Oryzias woworae serta tantangan dalam proses reproduksi, pemeliharaan larva, dan pengelolaan lingkungan budidaya.

Materi kedua disampaikan oleh Reni Ambarwati, M.Sc., yang memperkenalkan Program Studi S1 Akuakultur Fakultas Ketahanan Pangan Universitas Negeri Surabaya. Dalam sesi ini dijelaskan profil program studi, kurikulum, serta prospek kerja lulusan di bidang akuakultur yang semakin luas, baik di sektor industri, penelitian, maupun kewirausahaan.
Kegiatan semakin interaktif melalui sesi diskusi. Peserta aktif mengajukan berbagai pertanyaan, di antaranya mengenai strategi domestikasi pada berbagai spesies Oryzias, pengaruh cahaya terhadap pemijahan, kemungkinan pengembangan ikan di suhu rendah, hingga peluang pengembangan spesies ikan endemik di Jawa Timur untuk mendukung kewirausahaan mahasiswa. Selain itu, pertanyaan terkait kesehatan ikan, seperti respons imun terhadap probiotik dan imunostimulan, juga menjadi topik yang menarik perhatian.

Acara ditutup dengan harapan bahwa kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman peserta mengenai pentingnya akuakultur dalam konservasi ikan endemik serta membuka wawasan tentang peluang akademik dan karier di bidang akuakultur.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan mahasiswa dan peserta umum semakin termotivasi untuk berkontribusi dalam pengembangan sektor akuakultur yang berkelanjutan di Indonesia.