Workshop Publikasi Ilmiah Berdampak, Prodi S1 Akuakultur FKP Unesa Bekali Dosen Strategi Publikasi Bereputasi
Program Studi S1 Akuakultur, Fakultas Ketahanan Pangan (FKP) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menyelenggarakan workshop bertajuk "Publikasi Ilmiah Berdampak" secara hybrid pada Selasa, 2 Juni 2026. Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber berpengalaman di bidang publikasi ilmiah internasional, yakni Dr. Binar Kurnia Prahani, S.Pd., M.Pd., Kepala Subdirektorat Publikasi Ilmiah dan Pengembangan Jurnal Unesa, serta Dr. Veryl Hasan, S.Pi., M.P., dosen dan peneliti iktiologi dari Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga yang meraih predikat World's Top 2% Scientists Elsevier 2024. Workshop bertujuan membekali dosen, mahasiswa, dan peneliti di lingkungan FKP Unesa dengan strategi jitu menghasilkan publikasi ilmiah bereputasi dan berdampak tinggi, khususnya yang terindeks Scopus.


Materi kedua disampaikan oleh Dr. Veryl Hasan yang memiliki h-index Scopus 23 dan predikat World's Top 2% Scientists Elsevier 2024. Ia membagikan kiat menulis artikel ilmiah berdampak dengan menjabarkan struktur artikel penelitian yang baik, mulai dari pendahuluan yang mendeskripsikan keunikan dan kebaruan riset serta kesenjangan dari penelitian sebelumnya, metode yang mencakup ethical clearance, informed consent, prosedur berurutan, desain dan variabel riset, hingga analisis data. Hasil penelitian harus disajikan secara berurutan dalam bentuk gambar atau tabel tanpa tambahan komentar, sementara pembahasan berisi penjelasan mengapa hasil tersebut dapat terjadi dengan membandingkannya terhadap riset lain. Kesimpulan harus menjawab tujuan penelitian, didukung data signifikan, menggunakan bahasa sederhana, serta memberikan saran untuk riset ke depan. Dr. Veryl juga menekankan pentingnya memilih jurnal bereputasi dengan mengecek Beall's List, melacak track record jurnal melalui Scopus atau WoS, memastikan official website stabil, menelusuri komposisi editorial dan reviewer, memperhatikan kualitas artikel yang sudah terbit, serta memastikan mekanisme review bersifat sistematis dan berjenjang. Sebagai inovasi, ia memperkenalkan konsep citizen science sebagai opsi menarik dalam pengumpulan data di bidang perikanan, yaitu praktik partisipasi masyarakat non-ilmuwan seperti pengumpulan spesimen, dokumentasi, dan pencatatan lokasi spesies menggunakan kamera atau smartphone, di mana data dari media sosial dan komunikasi personal pun dapat dimanfaatkan secara ilmiah selama dapat diverifikasi.

Workshop yang berlangsung interaktif ini diikuti dengan antusias oleh peserta, terutama dalam sesi tanya jawab seputar strategi menghindari jurnal predator, cara memilih jurnal yang tepat untuk bidang akuakultur, serta teknik menulis bibliometric analysis yang efektif. Para peserta menilai kegiatan ini sangat bermanfaat bagi mereka yang sedang menyusun publikasi untuk keperluan skripsi, tugas akhir, maupun kenaikan pangkat, karena tips yang diberikan kedua narasumber sangat praktis dan aplikatif. Workshop publikasi ilmiah berdampak ini menjadi bukti komitmen Prodi S1 Akuakultur FKP Unesa dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas publikasi ilmiah dosen dan mahasiswa, sehingga diharapkan civitas academica FKP Unesa semakin produktif menghasilkan karya ilmiah bereputasi yang berdampak luas bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan kesejahteraan masyarakat.