Tim Akuakultur UNESA Latih Warga Trepan Lamongan Teknologi Fermentasi dan Budidaya Perikanan Berkelanjutan
Program Studi S1-Akuakultur, Fakultas Ketahanan Pangan (FKP), Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menggelar pengabdian kepada masyarakat (PKM) di Desa Trepan, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan pada Minggu, 24 Mei 2026. Kegiatan ini merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengembangkan sistem pertanian dan perikanan terpadu berbasis potensi lokal guna mendukung ketahanan pangan daerah.
Acara yang berlangsung di balai desa dan lokasi budidaya tersebut dihadiri oleh perangkat desa, kelompok tani, pembudidaya ikan, serta warga Desa Trepan. Kepala Desa Trepan, Bapak Asikin, memberikan sambutan positif dan mengapresiasi pendampingan dari tim dosen Prodi S1-Akuakultur FKP UNESA yang terdiri atas Putra Ali Syahbana Matondang, S.Pi., M.Sc., Agung Luthfi Fauzan, S.Pi., M.Si., Ahnadia Wulan Ramadhana, S.Pi., M.Sc., serta beberapa dosen lainnya.
Berdasarkan identifikasi awal, Desa Trepan memiliki potensi besar untuk pengembangan pertanian dan perikanan terpadu, didukung lahan persawahan di sekitar aliran sungai serta limbah gedebog pisang yang melimpah. Namun, masyarakat masih menghadapi kendala keterbatasan pengetahuan teknis dalam proses fermentasi bahan organik dan pengelolaan kualitas lingkungan budidaya.
Tim pengabdian memberikan pelatihan penerapan teknologi fermentasi pada sistem pertanian terpadu yang mengintegrasikan budidaya belut. Dalam sesi praktik, peserta diajarkan menyusun media budidaya belut dari batang pisang cincang, jerami padi, pupuk kompos, dan lumpur sawah yang difermentasi dengan mikroorganisme starter EM4 selama 20–30 hari sebelum digunakan sebagai habitat belut.
Selain fermentasi, masyarakat juga mendapatkan materi tentang pembesaran ikan lele melalui sistem bioflok yang disampaikan oleh Agung Luthfi Fauzan, S.Pi., M.Si. Sistem ini dinilai lebih efisien, produktif, dan ramah lingkungan karena mampu menjaga kualitas air, mengurangi frekuensi pergantian air, serta memungkinkan kepadatan tebar yang lebih tinggi dibandingkan metode konvensional.
Kegiatan yang berlangsung interaktif ini mendapat antusiasme tinggi dari peserta. Tim pengabdian mengucapkan terima kasih kepada LPPM UNESA atas dukungan pendanaan melalui hibah pengabdian tahun 2026. Diharapkan masyarakat Desa Trepan dapat menerapkan teknologi secara mandiri untuk meningkatkan produktivitas, pendapatan, serta ketahanan pangan daerah berbasis sumber daya lokal yang berkelanjutan.