S1 Akuakultur UNESA Gelar Sharing Session Praktik Baik Menghadapi Akreditasi LAM PTIP
Surabaya, 31 Agustus 2026 — Program Studi S1 Akuakultur, Fakultas Ketahanan Pangan, Universitas Negeri Surabaya (UNESA), melaksanakan kegiatan Sharing Session: Praktik Baik (Good Practices) dalam Menghadapi Akreditasi LAM PTIP. Kegiatan ini menjadi wadah bagi sivitas akademika untuk memperoleh wawasan dan pengalaman praktis dalam mempersiapkan program studi menghadapi proses akreditasi.
Sharing session menghadirkan Prof. Dr. Ir. Desrina, M.Sc., dari Program Studi Akuakultur, Departemen Akuakultur, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, Prof. Desrina membagikan berbagai praktik baik yang dapat diterapkan program studi, khususnya dalam pengelolaan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian penting dalam peningkatan mutu program studi.

Prof. Desrina menekankan bahwa program studi merupakan ujung tombak penyelenggaraan pendidikan. Oleh karena itu, program studi memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan seluruh proses akademik berjalan secara terencana, terukur, dan berkelanjutan. Tanggung jawab tersebut mencakup penyusunan kurikulum, proses belajar mengajar (PBM), monitoring dan evaluasi (monev), penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta integrasi hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat ke dalam proses pembelajaran.
Penguatan Penelitian sebagai Bagian dari Mutu Program Studi
Dalam aspek penelitian, Prof. Desrina menjelaskan bahwa program studi perlu memiliki peta jalan penelitian (roadmap) yang jelas sebagai arah pengembangan penelitian dalam jangka panjang. Roadmap tersebut diharapkan dapat menjadi acuan bagi dosen dalam menentukan fokus dan prioritas penelitian sekaligus membangun keunggulan program studi.
Selain roadmap, penguatan fasilitas penelitian juga menjadi hal penting. Program studi perlu berupaya membangun dan mengembangkan fasilitas penelitian dengan memanfaatkan berbagai sumber pendanaan penelitian. Ketersediaan fasilitas yang memadai diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas dan produktivitas penelitian dosen maupun mahasiswa.
Prof. Desrina juga mendorong program studi untuk memperluas kerja sama penelitian dan publikasi, baik dengan perguruan tinggi lain, lembaga penelitian, maupun mitra eksternal. Kerja sama tersebut dapat membuka peluang bagi dosen untuk memperluas jejaring akademik sekaligus meningkatkan kualitas dan dampak penelitian.

Hal penting lainnya adalah membangun budaya dosen untuk aktif menulis dan menghasilkan artikel ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal berkualitas. Peningkatan kualitas publikasi juga perlu diiringi dengan upaya meningkatkan sitasi, memperluas jejaring akademik, serta meningkatkan kapasitas dosen melalui kegiatan capacity building dalam bidang penelitian dan publikasi.
Dalam pelaksanaan penelitian, keterlibatan mahasiswa juga menjadi perhatian. Mahasiswa dapat dilibatkan dalam berbagai tahapan penelitian sehingga memperoleh pengalaman akademik dan keterampilan riset secara langsung. Di sisi lain, hasil penelitian diharapkan tidak berhenti pada publikasi, tetapi dapat didorong menuju hilirisasi, sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat maupun dunia industri.
Pengabdian kepada Masyarakat yang Terarah dan Berdampak
Selain penelitian, aspek pengabdian kepada masyarakat (PkM) juga menjadi bagian penting dalam pengembangan mutu program studi. Prof. Desrina menyampaikan bahwa kegiatan PkM perlu memiliki peta jalan yang jelas agar pelaksanaannya tidak bersifat insidental, tetapi dapat dilakukan secara terarah dan berkelanjutan.
Program studi juga perlu meningkatkan kerja sama dengan industri dan masyarakat serta melibatkan mahasiswa dalam kegiatan PkM. Keterlibatan mahasiswa tidak hanya memberikan pengalaman pembelajaran di luar kelas, tetapi juga menjadi bentuk penerapan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh selama perkuliahan.
Dalam membangun keberlanjutan kegiatan PkM, program studi perlu memiliki mitra dari sektor industri maupun masyarakat. Hubungan tersebut dapat diperkuat melalui perjanjian kerja sama yang jelas dan memiliki implementasi nyata.
Lebih lanjut, mitra yang dipilih diharapkan merupakan pihak yang memiliki kesiapan dan komitmen untuk menerapkan hasil penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat. Dengan demikian, kegiatan PkM dapat menghasilkan dampak yang berkelanjutan dan memberikan manfaat yang lebih luas.

Membangun Budaya Mutu yang Berkelanjutan
Sharing session ini menegaskan bahwa persiapan akreditasi bukan sekadar memenuhi kebutuhan administratif menjelang asesmen, tetapi merupakan bagian dari upaya membangun budaya mutu yang berkelanjutan di tingkat program studi.
Melalui penguatan kurikulum, proses pembelajaran, monitoring dan evaluasi, penelitian, publikasi, pengabdian kepada masyarakat, kerja sama, serta integrasi hasil penelitian dan PkM dalam pembelajaran, Program Studi S1 Akuakultur diharapkan mampu terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan.
Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum bagi sivitas akademika S1 Akuakultur Fakultas Ketahanan Pangan UNESA untuk belajar dari praktik baik yang telah diterapkan di perguruan tinggi lain serta mengadaptasinya sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik program studi. Dengan komitmen bersama dan pelaksanaan yang konsisten, upaya menghadapi akreditasi LAM PTIP diharapkan dapat menjadi bagian dari proses peningkatan mutu yang terus berlangsung.