Mahasiswa S1-Akuakultur 2026 Unesa Dibekali Strategi Berkarya dan Berdampak melalui Program Mahasiswa Akuakultur Berkarya dan Berdampak dan Aquaculture Development Program
Surabaya, 4 September 2026 – Sebanyak puluhan mahasiswa baru Program Studi S1 Akuakultur, Fakultas Ketahanan Pangan, Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mengikuti program bertajuk "Program Mahasiswa Akuakultur Berkarya dan Berdampak dan Aquaculture Development Program 2026" yang berlangsung pada Jum’at (4/9) di Auditorium Fakultas Ketahanan Pangan.
Kegiatan yang menghadirkan pembicara Muhammad Aldy Irawan, mahasiswa berprestasi sekaligus praktisi dampak sosial ini, bertujuan untuk membekali mahasiswa tidak hanya dengan ilmu teknis perikanan, tetapi juga kapabilitas manajemen diri, tim, dan program agar mampu menciptakan dampak nyata di masyarakat.

Dalam paparannya, Aldy Irawan menekankan pentingnya pergeseran pola pikir mahasiswa dari sekadar "aktif mengikuti kegiatan" menjadi "berdampak menciptakan solusi". Ia mengajak peserta untuk memanfaatkan akses dan privilege sebagai mahasiswa untuk berkontribusi pada penyelesaian masalah nyata, khususnya di bidang ketahanan pangan dan akuakultur.
Materi yang disampaikan mencakup berbagai aspek penting, mulai dari manajemen event yang sistematis melalui siklus PDCA (Plan-Do-Check-Act), dinamika pembentukan tim hebat dengan model Tuckman, hingga teknik komunikasi efektif menggunakan metode SBAR (Situation, Background, Assessment, Recommendation). Para peserta juga diajak untuk mengidentifikasi dan meminimalkan hambatan kolaborasi (friction) seperti ego, miskomunikasi, dan peran yang tidak jelas, yang sering menjadi musuh utama kinerja tim.

Salah satu poin kunci yang disoroti adalah pentingnya Psychological Safety atau rasa aman psikologis dalam tim. Aldy menjelaskan bahwa tim yang hebat adalah tim di mana setiap anggotanya merasa aman untuk bertanya, mengakui kesalahan, dan memberikan masukan.
"Kinerja tim itu adalah kompetensi dikalikan dengan kepercayaan. Jika kompetensi tinggi tetapi kepercayaan rendah, kolaborasi akan macet. Karena itu, kita harus membangun budaya kerja yang saling menghormati, bertanggung jawab, dan responsif," tambahnya.
Para peserta terlihat antusias mengikuti sesi interaktif dan diskusi. Mereka mengaku mendapatkan wawasan baru yang sangat berguna untuk mempersiapkan diri menghadapi perkuliahan dan kegiatan organisasi ke depan, serta merencanakan program-program pengabdian yang inovatif di bidang akuakultur.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Fakultas Ketahanan Pangan Unesa dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki jiwa kepemimpinan, kemampuan kolaborasi, dan kepekaan sosial yang tinggi untuk mendukung pembangunan perikanan budidaya yang berkelanjutan di Indonesia.