Ikan Baung: Sumber Protein Air Tawar yang Kian Terancam
Ikan Baung ( Hemibagrus nemurus ), atau yang dikenal masyarakat sebagai ikan baung tageh, merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang banyak ditemukan di Indonesia. Ikan ini memiliki tubuh berwarna coklat dengan kilau kehijauan, sirip abu-abu semu ungu, serta duri sirip dada yang bergerigi di sepanjang tepinya.
Menurut data FishBase (2025), ikan baung tergolong dalam famili Bagridae dan termasuk spesies yang tidak terancam punah atau berstatus Least Concern (LC) berdasarkan penilaian IUCN. Meski demikian, populasinya tetap memerlukan perhatian karena menghadapi sejumlah ancaman lingkungan.
Habitat dan Sebaran
Ikan baung hidup di berbagai tipe habitat air tawar, namun paling sering ditemukan di sungai besar berlumpur dengan arus yang lambat dan dasar yang lunak. Di Indonesia, ikan ini tersebar di beberapa pulau besar seperti Sumatra, Jawa, dan Kalimantan.
Di alam liar, ikan baung dapat tumbuh hingga ukuran besar. Beberapa individu yang tertangkap di sungai-sungai besar di Sumatra dan Kalimantan dilaporkan mencapai panjang 80 cm.
Ancaman terhadap Populasi
Populasi ikan baung terus mengalami tekanan akibat pencemaran air, kerusakan habitat, penangkapan berlebih, limbah industri, serta penyebaran yang terbatas. Kondisi ini dikhawatirkan dapat menurunkan populasi alami ikan baung di masa mendatang jika tidak diimbangi dengan upaya konservasi.
Manfaat Ekonomi dan Nutrisi
Selain menjadi bagian penting dari ekosistem sungai, ikan baung juga memiliki nilai ekonomi dan gizi yang tinggi. Dagingnya kaya akan protein dan omega-3, yang baik untuk kesehatan jantung dan otak. Ikan ini umum dikonsumsi sebagai lauk keluarga, terutama bagi anak-anak dalam masa pertumbuhan. Karena kualitas dagingnya yang tinggi, ikan baung juga sering dibudidayakan sebagai ikan konsumsi dan ikan akuarium bernilai jual tinggi.
Poster ini disusun oleh Novfriendra Ahmad Dwi Faddilah dan Reni Ambarwati sebagai bagian dari upaya edukasi dan pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia.